Selasa, 10 September 2013

13 Sifat Lelaki Yang Tidak Disukai Wanita



dakwatuna.com – Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

Pertama, Tidak Punya Visi

Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.

Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”


Kedua, Kasar

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.

Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.


Ketiga, Sombong

Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.
Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.


Keempat, Tertutup

Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.

Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.

Kelima, Plinplan

Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).


Keenam, Pembohong

Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.
Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.


Ketujuh, Cengeng

Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.
Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.


Kedelapan, Pengecut

Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.
Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.


Kesembilan, Pemalas

Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.

Kesepuluh, Cuek Pada Anak

Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.
Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.


Kesebelas, Menang Sendiri

Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.


Keduabelas, Jarang Komunikasi

Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.

Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.


Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum

Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. 

Allahu a’lam

Penulisan : Dr Amir Faishol Fath


Kesimpulan & Ulasan  


Sebagai seorang insan yang tidak pernah sempurna, saya bersetuju dengan penulisan ini. Pada pendapat saya, ia harus diambil perhatian oleh golongan rijal. Namun, saya meyakini bahawa pasti di sana, terdapat juga sifat-sifat wanita yang tidak dipersetujui oleh lelaki yang saya yakini ada di dalam diri saya yang harus saya perbaiki semasa ke semasa. Maka, marilah sama-sama kita berusaha untuk membuang sifat-sifat mazmumah, dan menambahkan sifat-sifat mahmudah agar yang lahir dari keperibadian kita adalah peribadi yang ditenangi dan disenangi oleh insan-insan lain. 


Namun, sebagai kesimpulan akhir saya, setiap insan harus mendalami sifat-sifat manusia ini untuk mengenali diri sendiri, pasangan juga masyarakat sekeliling kerana setiap hari kita akan berkomunikasi dengan insan bernama manusia. Ingatlah bahawa, komunikasi kita ini boleh membesarkan masalah kecil, atau mengecilkan masalah besar!
" Berilah nasihat dengan sehikmah mungkin, namun, terimalah nasihat dalam apa cara sekalipun " - Prof Dr Rosni Abdullah.  


Semoga Allah swt sentiasa menguniakan limpahan rahmat dan keampunanNya kepadaku, kedua ibu bapaku, kedua ibu bapanya, kedua ibu bapa angkatku, beliau yang daku hormati, para sahabatku, anak-anak didikku, serta seluruh insan di dunia ini. Amin.


Insan yang tidak pernah sempurna,

Penawarhati90,
12.00am
5 Zulkaedah 1434 H bersamaan 11 September 2013
Pulau Langkawi, Kedah

Khamis, 29 Ogos 2013

Bahtera Kasih


Kita di takdirkan bertemu
Di dalam satu bahtera
Kita di takdirkan bertemu
Untuk menyimpul kasih
Takdir telah menetapkan
Bahtera di timpa gelora
Arus badainya menghempas damai

Kita pernah berikrar
Akan terus bersama
Walau pun di landa badai gelora
Namun semuanya itu
Hanya tinggal kenangan
Indahnya kini sudah tiada

Di sangka panas hingga ke petang
Rupanya hujan di tengah hari
Begitulah resam kehidupan
Indahnya hanya sementara

Bahtera kasih ibarat kaca
Zahirnya indah tetapi rapuh
Jika terhempas di landa badai

Berdoalah kita kepada-Nya
Moga bahtera kasih
Kekal abadi

Bersamalah kita berwaspada
Bahtera kasih yang di layari
Semoga pelayaran ini
Akan kekal abadi

Akan kekal untuk selamanya


Setiap pertemuan di dunia ini, pasti akan ada perpisahan, sama ada cepat atau lambat,  pasti ia akan menemui sebuah pengakhiran. Di dalam kehidupan saya, terlalu banyak pertemuan dan perpisahan yang saya temui, bersilih ganti, dan saya amat tidak suka saat perpisahan itu, namun, itu adalah lumrah, itu adalah takdir, dan itu adalah hakikat sebuah kehidupan. Namun, setiap perpisahan bersama insan-insan yang saya kasihi memberi satu pengajaran buat saya untuk lebih menghargai insan-insan yang hadir ke dalam kehidupan saya kini. Saya ingin menikmati dan menghargai setiap satu tautan hati yang terbina, agar saya tidak menyesali saat harus berpisah dengannya. Alhamdulillah, sehingga kini, saya tidak pernah sekali-kali menyesali setiap perpisahan yang terjadi, kerana saya meyakini bahawa perpisahan itu sebuah hakikat kehidupan yang harus kita terima walaubagaimanapun kerana ia adalah urusan Tuhan. Tetapi, hargailah, nikmatilah, gunakanlah segala kesempatan dan saat kita bersama mereka, taburkanlah sebanyak mungkin bakti demi sebuah ikatan kerana Allah nescaya kita akan selalu menemui kemanisannya.


Dan ingatlah, apabila kita mengasihi seseorang kerana Allah, tidak kira siapapun mereka, ahli keluarga kita, sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita, dan sesiapa sahaja, in sha Allah, sebenar-benar pertemuan adalah di syurga Illahi, di situlah pertemuan yang hakiki dan abadi. Sama-samalah kita berusaha untuk menjadi ahli syurga, kerana di sana, kita akan hidup bersama-sama insan yang kita kasihi kerana Allah, dan tidak akan sekali-kali kita temui perpisahan itu. 


"Pada hari itu sahabat-sahabat karib: setengahnya akan menjadi musuh kepada setengahnya yang lain, kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan taqwa (iman dan amal salih)." Surah Az-Zukhruf : 67


Kini, masa saya di bumi USM tercinta sedang di penghujungan. Setelah satu demi satu insan pernah menyampaikan salam perpisahan kepada saya dahulu pergi, kini, tibalah giliran saya mengucapkan salam perpisahan buat insan-insan di bumi USM tercinta. Saya tinggalkan segala kenangan indah di sini, kenangan yang sentiasa segar bugar di hati saya, semuanya indah. Alhamdulillah. Segala Puji Hanya Bagi ALLAH.
p/s : kepada yang masih belum menyempurnakan puasa sunat syawal, silalah berbuat demikian, tawaran hanya tinggal 7 hari lagi. Jangan terlepas due date. (nasihat untuk diri sendiri.^_^)

Penawarhati90
1.41am
23 Syawal 1434 H bersamaan 30 Ogos 2013
Universiti Sains Malaysia.

Selasa, 20 Ogos 2013

Ini baru namanya CINTA LUAR BIASA / CINTA HIGH CLASS...!



Teaching myself how not to lose hope: Amr Kassem 1987-2013

"Think not of those who are killed in the Way of Allah as dead. Nay, they are alive, with their Lord, and they have provision. They rejoice in what Allah has bestowed upon them of His Bounty and rejoice for the sake of those who have not yet joined them, but are left behind (not yet martyred) that on them no fear shall come, nor shall they grieve. They rejoice in a Grace and a Bounty from Allah, and that Allah will not waste the reward of the believers." (Ale Imran; 169-171)


My husband, Amr Mohamed Kassem who was 26 years old, returned to his Lord on Friday after Asr. He was shot through his chin and the bullet exited the back of his neck. He was at a protest in Alexandria, calling for justice for all those who had been killed mercilessly by the army in the previous days and weeks all over Egypt.


Yesterday morning I went to the morgue at a nearby hospital in Alexandria to see Amr before he would be washed and buried in the next few hours. When I arrived, there were many people waiting outside the doors to see their own family members as many people were killed the same day as Amr. Some of Amr's friends and relatives were there, too. After waiting for a while, I entered the room where his body was lying on a table, covered by a long blanket. I stood beside him and uncovered his face, and there he was, my love, lying there cold even though I had seen him strong and happy and smiling less than 24 hours before that moment. I stroked his beard, part of it was still soft, but part of it felt hard because of the dried up blood. His nose was bloodied and he had a cut beside his eye but he was beautiful, even in death - silent as though sleeping. I touched his lips and his cheeks, they were cold.


I stood there for some time looking at his face, feeling as though my heart was being repeately run over by a truck. I refused to cry loudly but tears were streaming down my cheeks, and I told him "I love you Amr, I know that you always wanted to die for the sake of Allah, and you got what you always hoped for inshaAllah, and I'm so proud of you. Ya Allah forgive his sins and accept him as a shaheed and reunite me with him in the hereafter. Ya Allah make me patient in knowing that it was his appointed time and that, by Your will and Grace, he is alive with his You as a shaheed." I didn't leave him until I was ready, I'm not even sure how long I was standing there. At the end, I kissed his cheek and told him that I would see him later inshaAllah, then covered his face and left the room.


The janaza was after Asr, there were hundreds of people there - his friends, his colleagues from school, extended family. He was a very beloved person to many. There was no dry eye, but everyone was speaking only good words and saying Alhamdulillah that Allah took him in the best way anyone can die in this world. We prayed on him, and I went outside to see a crowd of hundreds of men carrying his shrouded body towards the cemetary. The women didn't follow, we were waiting until he was buried to go to his grave and make duaa. After some time, his mother and I and some female relatives walked towards to cemetary and were making our way to where he was. Suddenly I notice all the men around me yelling for us to go out the side door, to run. I didn't understand what was happening but I started hearing loud bangs behind me, rocks being thrown at us and all the men telling the women to run. So I ran and ran without looking behind me, I was hit on my cheek by a large rock while I was running, but alhamdulillah, some of Amr's friends saw me and told me to run ahead of them so they could be behind me and make sure nothing happened to me. The people who attacked us were thugs who had heard there was an "ikhwani" funeral (although my husband was not from the ikhwan, he was just a religious man who believed in something called right and wrong). Many people were injured, some with stab wounds, but as far as I know, there were no causualties alhamdulillah.


Even in death, Amr's enemies hated him and all those around him! But their hate means nothing to me, after all if an enemy of God hates you, then that is a sign that you are, God-willing) on the right path.


Dear friends, my heart aches in a way I never knew a heart could ache. I miss him whenever I am awake and dream about him when I'm asleep. He was the best kind of husband a woman could ever hope for, kind, generous, soft and loving, but also strong and brave. His clothes are still hung up on the hooks in our room, as though he's going to walk through the door and change into his pyjamas before he sleeps. His friend gave me Amr's wallet and cell phone at the janaza, but his wedding band was missing, we still don't know where it is...I wish that I had it.


But through all this, I can't say anything except innalillahi wa inna ilayhi raji'un, and continue to make duaa for him. I refuse to dishonour him or myself by asking God "why" he took him or thinking "if only he hadn't gone to the protest on Friday, he would be alive." No, it was Amr's time to return to Allah, I know that beyond a shadow of a doubt. And although I wish I had more time with him in the dunya, I sincerely look forward to reuniting with him and being his wife, if God allows me, in paradise. In jannah time does not end, there is no fear of being separated from your loved ones. I believe with every inch of my that our love was truly a love that can last from this world to the next.


Ya Allah, You reunited Musa's mother with him after she put him in the river, ya Allah You reunited Yaqoub with his beloved son Yusuf after many years of painful separation. Ya Allah You are the Only One who can reunite me with my beloved in the hereafter, so Allah I ask you to not prevent me from being with him again.


Last night after we came home, we received a call from a friend of a relative - someone who had witnessed first hand what happened to Amr after he was shot. She told us that he didn't die right away, he was alive for a few moments. His left hand was holding his chin where the bullet had entered, and his right index finger went up, and he said clearly "ashhadu anna la illaha ilAllah, wa ashhadu ana Muhammadun rasoolullah" and he had a huge smile on his face, as though it was his wedding day. When I heard this, I couldn't help but cry that Allah had honoured me just by letting me know this wonderful person and allowing me to have his child.


My friends, your words of encouragement have not gone unnoticed. I have nothing but love and respect for you all, and I know now so much more than before that as Muslims, although we have many faults in our community, when we come together we are truly a force to be reckoned with. Your support and love and duaa have touched me greatly. I will undoubtedly need your continued duaa and support when I return to Canada inshaAllah.


I ask Allah to let me never stray from His path, for my own sake and my daugher's, and also for Amr's sake - to honour him in the way that Allah chose for him to die.


Ya 7abibi ya Amr. Ya 7abibi ya Amr. Ya 7abibi ya Amr. I hope that right now your soul is in a green bird, and you are flying through Jannah, eating and drinking from its provisions and are close to the throne of Allah, where you will never shed another tear or ever feel any sense of loss or suffering. You are my love in this world and the next inshaAllah, you are in my heart always, you are in my prayers always.



Amr with our daughter, Ruqaya.
T__T

Cinta High Class!!!
From : Sister Asmaa Hussien

Penawarhati90
6.42pm
13 Syawal 1434 H Bersamaan 20 Ogos 2013
Universiti Sains Malaysia

Isnin, 28 Januari 2013

RELA, REDHA & PASRAH



Seandainya melupakan itu semudah melafazkan,
Sudah tentu tiada suara keluhan, kesedihan dan kekecewaan,
Namun, itu adalah suatu proses Tarbiyah Ilahiyah,
Supaya kamu belajar erti Redha & Pasrah,
Sesungguhnya,
Tidak semua yang kita inginkan dalam kehidupan ini,
Akan kita miliki, dan akan bergerak mengikut aturan kita,
Ada kalanya kita tidak memperolehinya,
Kerna mungkin ia bukan bersumber daripada keimanan,
Tetapi bersumberkan keinginan nafsu,
Apabila kita tidak mendapat apa yang kita inginkan,
Bukanlah bermakna Allah tidak mendengar doa dan rintihan kita,
Bukanlah Allah tidak tahu hajat hati sanubari kita,
Tetapi kerana Allah begitu sayang pada kita,
Sehingga Allah tidak mahu kita terus lalai,
Dengan apa yang selalu kita dapatkan,
Allah juga ingin mendidik kita bahawa,
Allah merupakan Rabb yang Maha Mengetahui, Maha Mengatur,
Kehidupan hamba.
Sesungguhnya nyawa & jiwa seorang hamba itu,
Berada di dalam pengetahuan & genggaman Allah,
Lalu, Allah ingin memberitahu kita bahawa,
Allah akan beri apa yang kita perlukan ,
bukan apa yang kita hendakkan.
Sebagai seorang manusia & seorang hamba,
Kita harus belajar,
Untuk menerima walau sukar menerima,
Untuk menerima dengan REDHA,
Jika kita REDHA, maka akan dibukakan hikmah demi hikmah,
Maka kita akan melihat kebaikan demi kebaikan,
Jika kita tidak REDHA, takdir itu tetap akan berjalan menurut aturanNya,
Maka kita tidak belajar dan tidak mendapat apa-apa darinya.
Belajarlah untuk RELA, REDHA, & PASRAH.
Maka kita akan belajar erti Tawakkal,
Bergantung Hanya Kepada Allah,
Masa akan mengubati segala duka & resah,
Teruslah mencari MARDHATILLAH.

 Dalamnya hati siapa yang tahu
Sedang bahagiakah atau terbelenggu
Lupakan duka yang menghampiri
Percayakan diri semua kan berlalu..

Cobaan selalu datang dan pergi
Memberi ketegaran di diri
Jangan ternoda hati yang suci
Berdoalah dan tanpa berhenti

Berkilaulah.. Tersenyumlah..
Sambut pagi yang cerah
Berkilaulah.. Bersyukurlah..
Semua pasti kan indah... 


Perkongsian ini, hanyalah buat pujukan nasihat buat diri sendiri, yang masih belajar erti REDHA & PASRAH. Semoga para pembaca di luar sana, akan terus mendoakan hamba ini, untuk terus sabar, tabah dan kuat mencari keredhaan RABB nya dalam perjalanan melalui lereng-lereng, "hari-hari dalam hidupku".

Terus bahagia & membahagiakan. In sha Allah.

Hamba yang mengharapkan Rahmat & Maghfirah,
Penawarhati90,
4.21 pm,
16 Rabiul Awwal bersamaan 28 Januari 2013,
Universiti Sains Malaysia,
Pulau Pinang.

Khamis, 24 Januari 2013

Kalian Sentiasa Dalam Ingatan & Doaku




“Menakjubkan sungguh urusan orang mukmin. Segala perkaranya adalah kebaikan. Dan itu tidak terjadi, melainkan hanya kepada orang-orang mukmin. Jika mendapat nikmat dia bersyukur, dan menjadilah syukur itu baik baginya. Dan jika ditimpa musibah, dia bersabar, dan menjadilah sabar itu baik baginya ” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)


Ya Allah, nikmat apa sahaja yang aku kecapi dan diperoleh daripada para hamba-Mu pada waktu pagi/petang hari ini, daripada para makhlukMu, semuanya adalah daripadaMu jua, Yang Maha Esa dan tidak mempunyai sekutu. BagiMu, segala puji dan syukur.


Selawat & Salam diutuskan buat junjungan besar Rasulullah saw, Penghulu sekalian alam, suri teladan terbaik sepanjang zaman, dan salam sejahtera ke atas para ahli keluarga serta para sahabat baginda.


Semoga rahmat, keampunan dan limpahan kasih sayang Allah sentiasa mengalir dalam diriku, kedua ibu bapaku, ibu bapa angkatku, adik beradikku,murobbi-murobbiku, sahabat-sahabatku, bakal pemilik cintaku setelah Allah & Rasul yang berada di dalam simpanan dan jagaan Allah, dan seluruh Umat Nabi Muhammad saw.


Alhamdulillah, dengan keizinan Allah, ramai sahabat saya telah berjaya melangkahkan kaki sebagai graduan IPT masing-masing, dalam masa yang sama, tidak kurang juga ramai yang telah melangkah, sedang melangkah dan bakal melangkah melabuhkan tirai alam keremajaannya menuju ke gerbang perkahwinan. Alhamdulillah. Saya sentiasa berbahagia melihat kebahagiaan sahabat-sahabat saya, dan tidak lupa juga kepada kakak saya sendiri. Satu demi satu kad perkahwinan yang diterima.  Saya tampalkan semuanya di hadapan meja belajar sebagai peringatan. Ada yang dapat saya penuhi, Alhamdulillah, dan banyak juga yang tidak kesampaian, Innalillahi wainna ilaihirajiun. Namun, itulah hakikat, tidak semua jemputan yang dapat kita penuhi, kerna mungkin masa begitu mencemburui, lalu harus meraikan jemputan yang mampu sahaja.



Kepada sahabat-sahabat saya sama ada yang akan melangkah dan telah melangkah ke alam perkahwinan, doa saya sepertimana sebuah doa yang diajarkan oleh Rasul saw:

"Semoga Allah memberkatimu, dan memberi keberkatan atas (pernikahan)mu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan."

Melihatkan sahabat-sahabat seperjuangan saya, yang pernah bekerja di dalam medan yang sama, dalam usaha mengislahkan diri dan umat sejagat melabuhkan tirai keremajaan mereka, hati saya cukup sayu umpama tidak percaya pun ada, pelbagai suka duka yang dikongsikan bersama dalam perjalanan untuk mempersiapkan diri ke arah itu, saya melihat satu persatu ujian yang mereka lalui, dan akhirnya sampai juga waktu yang telah Allah tetapkan untuk mereka menamatkan ujian keremajaan mereka. Alhamdulillah, akhirnya saya juga tersenyum bahagia, hiba dalam gembira, walaupun hati sedikit merasa sedih kerana masing-masing sudah mempunyai peranan yang berbeza. Walaubagaimanapun, kami tetap akan terus maju, mendaki gunung harapan yang di puncaknya sedang menanti satu titik akhir iaitu Mardhatillah. Mereka akan terus berusaha di gelanggang mereka, dan saya juga harus berusaha di gelanggang yang telah disediakan untuk saya di medan Takwin Fardhi Muslim sehingga waktu menentukan. Kehilangan mereka, in sya Allah, tidak akan melemahkan kami, kerana kami meyakini, Deen Allah ini akan sentiasa akan ada pendokong-pendokongnya sehingga benar-benar tertegak di muka bumi ini, dan ini akan menjadi faktor untuk kami terus maju menggapai misi yang telah dipersetujui bersama walau dalam medan yang berbeza. Kata sahabat saya:

Detik bersama sahabat-sahabat merupakan detik yang amat indah dalam hidup saya-PROASISR 5

Mabruk K Shazwani Bakhari

Mabruk K Nazihah Nawawi

Mabruk K Nadiah Mutalib

Mabruk Kakak & Abang Iparku -lupe pulak ke kakak sendiri.hehe

“ Jodoh pertemuan itu merupakan sesuatu yang begitu rahsia buat para hamba, begitu juga demikiannya ajal maut. Bukan cepat ataupun lambat, tetapi telah ditentukan waktunya. Kita tidak dapat menjangkakan bagaimana, bilakah dan apakah ia akan terjadi, tetapi kita ada persediaan ke arahnya. Namun, ia adalah rahsia Allah, kita haruslah sentiasa berdoa dan berdoa, dan berusaha memperbaiki diri kita.”


Kata sahabat saya lagi,


“Mungkin Allah belum sampaikan kita kepadanya, kerana Allah tahu, kita belum cukup matang dan bersedia untuk itu. Kita berdoa untuk memiliki pasangan yang soleh, tetapi mungkin kita belum lagi sampai ke tahap solehah, oleh itu, persiapkan diri kita menjadi insan solehah, jika bukan di dunia pertemuan itu tiba, di akhirat sana menjanjikan pertemuan yang abadi bagi seorang soleh dan solehah.”


 Lukisan Fasa Pertama Baju Perkahwinan Impian yang pernah dilukis dan disimpan rapi dalam diari "Hari-Hari Dalam Hidupku". Mungkin saya tidak perlukannya lagi buat masa ini atau tidak akan memerlukannya lagi. Saya akan berikan kepada yang memerlukan. Walaupun tidak begitu cantik, tetapi "simple". 


Sabar dalam bersabar


Bersabarlah, sesungguhnya sabar itu indah. Dalam firman Allah swt yang bermaksud:


“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu (lebih daripada kesabaran musuh, dimedan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan).” (Surah Ali Imran : 200)


Sabar merupakan kekuatan jiwa yang mendorong seseorang untuk melakukan perlawanan terhadap kemalasan, kelemahan, kelesuan, dan penyerahan. Sabar menghantarkan kepada ketabahan dan ketegaran dalam menghadapi cubaan yang menimpa hingga Allah swt mendatangkan pertolonganNya atau Allah menjadikan syahid dalam keadaan redha atau diredhai.


Buat seorang insan soleh,


Saya meyakini bahawa sesungguhnya, beliau telah berfikir secara sedar dan matang, atas sebab musabab yang cukup bersih dari penilaian nafsu, mengharapkan keredhaan Allah di dalamnya, takut dan taat kepada Allah, maka, inilah jalan yang telah dicenderungkan hatinya untuk memilih. Alhamdulillah, syukur pada Allah. Semoga selalu dalam jagaan dan perlindungan Allah.  


 Jazakillahukhairan kathira sahibahku yang dicintai Lillahitaala

Sekian. Salam Maulidur Rasul. 

“Ya Allah! Bagimu segala puji seagung kemulian-Mu dan kebesaran kekuasaanMu. Aku telah rela dengan Allah sebagai Tuhan-ku dan dengan Islam sebagai agamaku, dan dengan Muhammad sebagai nabi dan rasulku."


Hamba yang mengharapkan rahmat & maghfirah, 

Penawarhati90,
5.04 pm,
12 Rabiul Awwal 1434H bersamaan 24 Januari 2013,
Langkawi, Kedah.

Selasa, 22 Januari 2013

RESS'13 Membawa Seribu Satu Makna Tersirat



Dengan nama Allah yang Maha Pengampun Lagi Maha Penerima Taubat, Maha Pencipta Lagi Maha Pencinta. Rabb yang sentiasa dekat dengan jiwa para hamba. Rabb yang memegang nyawa dan jiwa para hamba. Rabb yang telah mengatur segala-gala takdir yang telah berlaku, sedang berlaku dan akan berlaku dalam kehidupan para hamba. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Subhanallah, Allahuakbar. Segala puji-pujian hamba panjatkan buat Rabb yang menciptakan hamba. KepadaNyalah hamba yang penuh dengan kekerdilan, kelemahan, kejahilan, kemiskinan, dan kehinaan ini kembali.


Daku menyentuh dada kiriku, dimana kurasai degupan jantungku begitu kencang, lalu kutenangkan ia dengan sentiasa mengulangi sebuah doa:


“ Hasbunallah wani’mal wakeel, ni’mal maula wa ni’mal nasir”
(Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah sebaik-baik Pelindung)


Semoga rahmat, keampunan dan kasih sayang Allah swt sentiasa mengiringi hidupku, kedua ibu bapaku, kedua ibu bapa angkatku, adik beradikku, sanak saudaraku, murobbi-murobbiku, muallim-muallimku, sahabat-sahabatku, bakal pemilik cintaku setelah Allah & Rasul yang berada di dalam simpanan Allah menjadi rahsia buatku, dan seluruh sanak saudaraku yang berada di seluruh pelosok dunia. Moga-moga kita semua berada di dalam kebaikan, kesejahteraan, dan sakinah imaniyah. In sya Allah.


Setelah beberapa lama, coretan ini terhenti, alhamdulillah, dengan izin Allah, dengan sedikit kelapangan waktu yang diberikan olehNya, hamba ini ingin meneruskan langkahnya berjuang di medan penulisan hanya sekadar berkongsi rasa, berkongsi sedikit ilmu & pengalaman dalam kelemahan & kekurangan dirinya. Seandainya ada sesuatu yang bermanfaat dalam coretannya, maka, ambillah ia sebagai ilmu yang boleh diamalkan bersama, tinggalkanlah segala yang buruk itu di laman sesawang ini.


Baru-baru ini, Alhamdulillah, dengan penyusunan Allah, Allah hadirkan hamba ini ke sebuah Perkhemahan yang diberi nama Kem Rekreasi Haluansiswi 2013, RESS’13. Subhanallah, satu susunan Allah yang begitu cantik, di mana saya menjumpai hikmahnya pada hari ini. Dengan menghadiri kem ini, rupa-rupanya Allah swt telah menyediakan jiwa saya untuk sebuah berita. Alhamdulillah. Menghadiri kem ini juga telah mengembalikan jiwa saya kepada suatu syuur (perasaan) berada di dalam biah solehah yang pernah saya lalui dulu bersama sahabat-sahabat saya yang saya cinta dan rindu kerana Allah swt. Di sinilah saya belajar mengenal erti kehidupan.


Alhamdulillah, saya berpeluang berjejak kasih, bertaut hati bersama sahabat-sahabat karib yang telah lama tidak ketemu, dan bertemu serta bertaaruf dengan sahabat-sahabat yang baru. Alhamdulillah, demikianlah dijadikan manusia itu, untuk saling berkenal kenalan, saling menyambung roh. Sahabat yang solehah selalu menjadi cerminan kendiri, maka, apabila bertemu mereka, merupakan satu tarbiyah ruhiyah bagi saya. Firman Allah swt,


“Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu Dengan Yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang Yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan Yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha mendalam pengetahuannya (akan keadaan dan amalan kamu).” (al-Hujurat: 13)


Alhamdulillah, dengan izin Allah, kami juga berpeluang bermukholatoh bersama murobbi-murobbi yang pernah dulu mendidik kami akan nilai keinsanan. Mendengar tazkirah pendek dari setiap mereka, menyentap jiwa umpama dicurahkan air ke tanah yang tandus dan gersang, menghembuskan nafas semangat ke dasar hati yang hampir jatuh tersungkur. Alhamdulillah, moga-moga setiap ungkapan yang meniti di bibir mereka bersama tembakan doa sebagai senjata utuh, akan terus dan terus menjadi pemangkin rohani untuk terus melonjak kearah menjadi insan yang berkualiti dalam sudut Ilmu, Iman dan Amal Soleh. In sya Allah.


Teringat sebuah kata-kata murobbiku tempoh hari :


“Dalam melalui kehidupan ini, ujian itu akan datang silih berganti. Jika dalam kehidupan kita ini tiada masalah, semuanya baik, maka, Allah telah mungkir pada janjiNya, kerana Allah telah mengatakan bahawa, “Tidak beriman seseorang dari kamu, selagi kamu tidak diuji”, dan  kita sedia maklum bahawa, janji Allah itu benar dan pasti. Namun, masalah itu bukan sesuatu yang besar, tetapi tindak balas kita terhadap masalah itu yang akan menjadikan kita insan yang lebih baik atau lebih kurang baik”.




Alhamdulillah, dengan izin Allah, hari ini, saya telah berjumpa hikmahnya. Ibu kupeluk seerat mungkin, sehingga hati ini sedikit tenang. Walaupun berat hati menerimanya, saya sedang cuba belajar erti mengakui kesilapan diri dan menerima sesuatu takdir itu dengan pasrah & redha. Dengan takdir yang telah Allah susun untuk saya ini,

1.      Saya bersyukur kerana telah melepaskan seseorang untuk memilih jalan kebahagiaannya sendiri. Saya merasakan dan sentiasa mendoakan semoga beliau selalu dan selalu bahagia dengan pilihannya, lepas segala penderitaan dan kesusahan yang dilaluinya selama ini. Maka, beliau akan selalu tersenyum bahagia. Allah swt akan selalu menjaganya dan melindunginya. Jika dengan jalan ini bisa membahagiakan hatinya, bisa mengembalikan senyuman dan kegembiraan hatinya, maka saya sepenuh hati redha dengannya. In sya Allah.


2.      Ini adalah peluang untuk saya koreksi diri sendiri, tidak menyalahkan orang lain melainkan melihat sedalam dalamnya ke dasar diri sendiri. Saya mengerti bahawa setiap sesuatu yang kita punyai di dunia ini, adalah satu pinjaman. Peminjamnya telah mengambilnya semula dari yang dipinjamkan kerna mungkin orang yang dipinjamkan itu tidak pernah menghargai pinjaman itu, tidak menjaganya dengan baik, tidak bersyukur dengan keberadaannya, maka Peminjamnya telah mengambilnya semula untuk diserahkan kepada orang yang jauh dan jauh lebih baik dari sebelumnya.


Setiap yang kita punyai di dunia ini adalah fana’, begitu juga diri kita. Sama ada cepat atau lambat, kita tetap akan kehilangannya, kita juga tetap akan kembali ke rahmatNya. Untuk itu, kita harus mencintai sesuatu itu seadanya dan sekadarnya, dan dalam kesedaran bahawa ia bukan milik kita. Yang harus kita cintai dan berterima kasih adalah kepada Peminjam atas pinjamannya itu. Jika saya mula menyedarinya hari ini, maka, saya mengharapkan saya akan terus menghargai apa sahaja nikmat yang berada di hadapan mata saya. Terus membahagiakan mereka . Nikmat Iman & Nikmat Islam, nikmat menjadi hamba Allah, nikmat menjadi umat Rasulullah, Nikmat mempunyai Ibu bapa , sahabat-sahabat , saudara-saudara seIslam, pesakit-pesakit, bakal anak murid, muallim-muallim, dan murobbi-murobbi, serta sesiapa sahaja yang ditemui setiap hari, akademik & kerjaya, Dakwah & Tarbiyah, semua itu adalah nikmat yang harus ditumpukan dan diberikan haknya sebaik mungkin. Maka, saya akan bersyukur dan terus bersyukur dengan keberadaan nikmat ini, dan terus berdoa untuk nikmat yang telah hilang, moga-moga itu semua menjadi satu kebahagiaan buat saya, sebelum mengakhiri kehidupan yang begitu singkat ini. In sya Allah.


3.      Untuk kehidupan yang baru, saya meyakini bahawa, Allah tahu, saya tidak bersedia untuk itu, maka Allah telah menyusun kehidupan saya dengan tanggungjawab dan tanggungjawab yang lain, yang berada di hadapan mata saya, harus saya tumpu, bina strategi. rancang dan menggerakkannya dengan lebih baik. Dengan satu demi satu kehilangan yang saya terima, maka, saya harus teguh dan utuh untuk berada di bumi Illahi ini, menjalankan misi yang telah diamanahkan tanpa ada pergantungan dan pengharapan kepada yang lain selainNya. Allah tahu, pergantungan saya kepadaNya tidak cukup kuat, kerana itu Allah mengambil apa-apa yang boleh menjadi pengantungan saya selainNya. Ujian Allah itu tanda kasih dan sayangnya Allah kepada kita, bukan kerana Allah marah, tetapi Allah tidak mahu kita terus lalai dengan kesementaraan dunia. Di situ saya akan belajar erti tawakkal. In sya Allah.


“ Cukuplah Allah bagiku, ke atasnya aku bertawakkal, sesungguhnya Dialah (Allah) Rabb, pemilik Arsy Yang Agung”


4.      Saya bersyukur kerana kehidupan saya kini ditemani oleh air mata dan didoakan semoga air mata keinsafan itu terus mengalir membanjiri hati dan tubuh saya, moga-moga ia menjadi pembenteng dari azab api neraka. Menangis itu adalah satu nikmat, namun, sebaik-baik tangisan itu adalah menangis kerana Allah, menangis kerana begitu cinta & rindu kepada Allah & Rasul, menangis kerana takut dan sedar akan dosa-dosa lalu, menangis kerana mengharap akan dapat melihat wajah Allah, mendapat syafaat Rasulullah swt, di akhirat nanti. Tangisan supaya Allah beri dan kurniakan perasaan Redha & Pasrah atas segala takdirnya. Moga-moga saya selalu ditemani air mata yang baik, dan tidak sia-sia.


5.      Saya masih mempunyai waktu yang panjang untuk merawat segala luka, untuk memulihkan segala kerosakan, untuk belajar ilmu-ilmu baru dan teknik-teknik baru menjadi seorang Alimah Mujahiddah di bidang saya. Masih punya waktu yang panjang untuk bersama sahabat-sahabat yang saya cintai, kroni-kroni HOM, mengambil ibrah dari mereka yang dipenuhi jiwa hamba. Belajar dan berkongsi ilmu dan pengalaman yang selama ini saya bimbang, kalau-kalau tidak punya waktu panjang untuk belajar daripada mereka. Alhamdulillah, inilah waktunya. Saya tidak perlu bimbang lagi jika kelemahan saya mempengaruhi kehidupan insan lain. Saya tidak perlu menyusahkan kehidupan sesiapa lagi, dan meneruskan langkah sendirian bersama Peneman Setia yang lebih dekat berbanding urat leher sendiri. In sya Allah. Alhamdulillah.


Subhanallah, indahnya lukisan alam, dalam setiap ciptaanNya, Dia memperkenalkan diriNya- Berjoging di Taman Lagenda



Alhamdulillah, dengan demikian, berakhirlah coretan saya kali ini. Mengharapkan redha Allah pada setiap gerakan jari jemari.


Buat para pembacaku yang dicintai kerana Allah,


Doakanlah dan terus mendoakanku. Tiada apa yang lebih saya harapkan melainkan sebuah doa, agar saya terus kuat menghadapi “Hari-Hari Dalam Hidupku”. Nasihatku buat diri sendiri, jadikanlah ujian itu sebagai satu pemangkin untuk kamu menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Belajar untuk berfikir dan menerima dengan positif.  In sya Allah, segala yang baik itu datangnya daripada Allah, segala yang lemah itu datangnya daripada saya sendiri. Hakikatnya kedua-duanya datang daripada Allah swt. Ambillah segala yang baik untuk diamalkan, dan tinggalkanlah segala yang buruk itu di sini sahaja. Hamba ini masih bertatih dalam mengenal kehidupan sebenar. Sentuhlah dada kiri dan berkatalah:


“ Wahai Allah, takdir ini bukan pilihanku, tetapi ini adalah suatu penyusunanMu yang indah dan cantik, lalu, kurniakanlah kebaikan pada ujian ini, moga-moga aku lebih mendekat denganMu sentiasa dan sentiasa ”.



p/s : esok hari kelahiran Kekasih Allah swt, Penghulu Sekalian Alam, kekasih orang-orang mukmin, apakah tindakan yang harus kita lakukan untuk membuktikan kecintaan kita kapadanya?

Marilah perbanyakkan selawat, membaca dan menghayati sirahnya, dan mencontohi Baginda dalam melalui kehidupan. Tidak ada contoh yang lebih baik daripadanya. Wallahutaala a’lam.  


Hamba yang mengharapkan Rahmat & Maghfirah,

Penawarhati90,
10.00 am
11 Rabiulawal 1434H bersamaan 23 Januari 2013





Ahad, 2 September 2012

-Allah Sebaik-Baik Pemberi Rezeki-


Bismillahirrahmanirrahim

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.

" Dialah jua yang menguasai urusan dan perbendaharaan langit dan bumi; Dia memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan yang telah ditetapkan), dan Dia juga yang menyempitkannya (menurut peraturan itu); sesungguhnya Dia Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu." Surah As-Syura: 12


Alhamdulillah, Allah adalah sebaik-baik pemberi Rezeki. Alhamdulillah, Allah swt yang Maha Pemurah dan Maha Mengasihani, telah memberiku satu berita gembira, yang tidak aku sangkakan, hanya kepadaNya aku menundukkan diri, hanya kepadaNya aku bersujud, hanya bersamaNya aku kongsikan segala perit manisku, hanya kepadaNya, aku letakkan sepenuh pengharapan dan impianku, hanya kepadaNya aku ingin menyerahkan seluruh diriku. Hanya kepadaNya aku mohon rahmat & keampunan, moga-moga aku sentiasa dalam prasangkaan baik terhadapNya dalam setiap nikmat & musibah yang aku lalui sepanjang hidupku.


Sketsa hari ini :

Di Pusat Pengajian Ilmu Pendidikan, USM


Saya : Dr, saya hajat nak sambung master lepas ni, sebab saya tidak terikat pada KPM, dan boleh sambung terus, rancangnya tidak bersedia untuk posting lagi.


Dr N: Ok, boleh sangat, saya sokong kamu sambung terus. Kamu jaga pointer kamu, kemudian, dan nak habis sem nanti, bagitahu saya, dan saya akan suggest pada mana2 lecturer. Pengkhususan kamu Biologi, jadi, saya akan offer pada lecturer yang berkaitan.


Saya : Tapi Dr, saya perlu dapatkan biasiswa untuk sambung.


Dr N: Takpe, sekarang ni, kalau kamu nak sambung, kamu akan terus jadi RA dengan lecturer tu, itu, akan cover yuran kamu. Tapi boleh insha'Allah, kamu boleh syafiyah!


Subhanallah, Penasihat Akademik yang saya amat sayangi Lillahitaala, telah meletakkan keyakinan yang begitu tinggi, sentiasa meniupkan semangat untuk saya terus berusaha. Sesungguhnya rezeki itu milik Allah, insha'Allah.


Mungkin hari ini, hari yang membahagiakan, namun, haruslah saya tuntuni dengan syukur. Dalam hidup ini, kita akan selalu mendengar berita sedih dan gembira. Asam garam hidup namanya. Kita selalu mengharapkan setiap yang kita rancangkan terlaksana dengan baik, kita pun memanjatkan doa, semoga Allah makbulkan dan permudahkan serta membiarkan ia terlaksana dengan baik. Namun begitu, Allah swt adalah Rabb Yang Maha Mengetahui apakah segala yang kita hajatkan itu baik untuk dilaksanakan ataupun tidak. Dia Maha Mengetahui Segala yang nyata mahupun yang tersembunyi. Sebagai seorang hambaNya yang begitu jahil, haruslah saya bergantung kepadaNya Yang Maha Kuat serta bersedia untuk segala kemungkinan.


" Allah swt akan memberi apa yang kita perlukan, bukan apa yang kita hendakkan, kerana tidak semestinya apa yang kita kehendaki, adalah yang terbaik untuk kita, lalu, mohonlah segala yang terbaik, buat iman & akhirat kita"


Saya menyedari dan meyakini keberadaan saya di bumi USM ini, merupakan satu amanah Allah yang amat besar yang harus saya galasi, dan tidak boleh saya lalui sambil lewa. Seandainya amanah ini, dapat menghapuskan dosa-dosa saya yang lalu, ingin saya pikulnya sebaik mungkin. Jalan ini masih terlalu panjang, perjalanan saya masih jauh, walau seringkali tersungkur di tengah jalan, mengharapkan 'tangan-tangan Allah' akan selalu dihulurkan, serta membangunkan saya semula, walaupun kejatuhan demi kejatuhan telah dilalui, mengharapkan saya tidak akn berputus asa dan berputus harapan dari rahmat & keampunanNya, kerana ingin sekali saya hembuskan nafas yang terakhir, dalam keadaan mulia di sisiNya.


Saya mengerti jalan ke syurga itu tidaklah semudah hamparan permaidani merah, namun, dihampari pelbagai onak dan duri, tangisan demi tangisan, untuk membersihkan jiwa hamba yang penuh dosa dan noda, serta kembali kepadaNya dengan hati yang sejahtera.


" Jika ditanya mengapa dugaan itu begitu pahit, hal ini kerana syurga itu begitu manis".


"Barsabarlah wahai hati, teruskan melangkah dengan penuh pasrah & redha, dengan penuh penyerahan diri kepada Allah, dengan penuh tawakkal dan pergantungan hanya kepadaNya"


Moga-moga kehidupan saya selepas ini, adalah lebih baik daripada kehidupan saya yang lalu. Hidup ini adalah proses, proses mencapai tahap Hamba Allah Yang Rabbani.


SUNNAH BERJUANG


Berjuang menempah susah

Menanggung derita menongkah fitnah

Itulah gelombang hidup samudera duka

Seorang mujahid memburu syahid

Dibuang dia berkelana

Dipenjara dia uzlah dibunuh syahid

Namun jiwa tetap mara menuju cita

Membara demi Allah dan Rasulnya

Berjuang tak pernah senang

Ombak derita tiada henti

Tenang tegang silih berganti

Inilah sunnah, orang berjuang

Malamnya bagai rahib merintih sayu

Dihiris dosa airmata

Siangnya bagaikan singa dirimba

Memerah keringat, meluah tenaga

Berjuang memang pahit

Kerana syurga itu manis

Bukan sedikit mahar yang perlu dibayar

Bukan sedikit pedih yang ditagih

Berjuang ertinya terkorban

Rela terhina kerna kebenaran

Antara dua pasti terjadi

tunggulah syahid

Atau menang...

Berjuang tak pernah senang

Ombak derita tiada henti

Tenang tegang silih berganti

Inilah sunnah, orang berjuang

Malamnya bagai rahib merintih sayu

Dihiris dosa airmata

Siangnya bagaikan singa dirimba

Memerah keringat, meluah tenaga

Berjuang ertinya terkorban

Rela terhina kerna kebenaran

Antara dua pasti terjadi

tunggulah syahid

Atau menang...


*Ok, sambung kerja. jangan malas.^_^

Hamba Yang Mengharapkan Rahmat & Maghfirah,

Penawarhati90

2.16 pm

16 Syawal 1433H bersamaan 3September 2012

PPSF, USM